
Batu empedu adalah sebuah deposito cairan empedu yang mengeras atau membatu, yang terbentuk di dalam kantong empedu. Kantong empedu sendiri merupakan organ kecil berbentuk seperti buah pir, yang terletak di perut bagian kanan, tepatnya di bawah hati.
Pada sebagian besar kasus, batu empedu tidak menimbulkan gejala apapun. Namun terkadang, ia akan menyumbat bagian ujung empedu, sehingga akan memicu sakit mendadak berupa nyeri hebat (kolik), dan dapat bertahan selama beberapa jam. Seram ya ?
Ukuran batu empedu bermacam-macam, bisa sekecil butiran pasir, namun ada pula yang sebesar bola pingpong. Jumlahnya pun bervariasi, ada yang hanya satu, ada pula yang berjumlah banyak.
Penyebab dan Pengobatan Batu Empedu
Batu empedu diduga terbentuk akibat pengerasan kolesterol yang tertimbun dalam cairan empedu. Hal ini karena ketidakseimbangan antara jumlah kolesterol dan senyawa kimia dalam cairan tersebut. Proses ini memakan waktu bertahun-tahun.Ketika batu empedu menimbulkan gejala atau komplikasi, penyakit ini tetap harus ditangani. Bisa dengan obat-obatan, hingga operasi pengangkatan kantong empedu. Meski fungsi organ ini penting, tubuh kita tetap bisa bertahan tanpa memilikinya. Organ hati tetap akan mengeluarkan cairan empedu yang membantu dalam pencernaan lemak.
Adapun jenis operasi yang direkomendasikan adalah operasi 'lubang kunci' atau kolesistektomi laparoskopik dalam istilah medisnya. Jenis operasi ini dianjurkan karena metodenya yang sederhana dengan tingkat risiko komplikasi yang rendah.
Meski sangat jarang terjadi, batu empedu dapat menyebabkan komplikasi pada tubuh, seperti :
- Inflamasi kantong empedu, dengan gejala rasa sakit perut yang terus menerus, demam tinggi, kuning, detak jantung yang cepat
- Pankreastitis akut, jika batu empedu masuk dan menghambat saluran pankreas, menimbulkan sakit perut yang akan terus bertambah parah
Faktor Pemicu Batu Empedu
Kemungkinan munculnya batu empedu berbeda pada setiap orang. Secara spesifik, wanita berisiko dua kali lebih tinggi dibandingkan pria. Terutama wanita yang pernah hamil, mengonsumsi pil KB, atau menjalani terapi hormon dosis tinggi.
Selain itu, angka kejadian batu empedu akan meningkat pada mereka yang menderita penyakit anemia bulan sabit (sickle cell anemia). Pada penderita penyakit ini, sel darah merah akan dipecah terus menerus oleh tubuh, dan akhirnya diubah menjadi bilirubin. Penumpukan kadar bilirubin inilah yang dapat menyebabkan terjadinya batu empedu. Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa lebih dari separuh penderita anemia bulan sabit, akan memiliki komplikasi berupa terbentuknya batu empedu.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anda terkena batu empedu :
- Faktor usia; umunya penyakit ini dialami orang berusia di atas 40 tahun
- Jenis kelamin; wanita lebih berisiko terkena penyakit ini daripada pria
- Dampak melahirkan; wanita yang pernah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi, dikarenakan meningkatnya kadar kolesterol akibat perubahan hormon estrogen selama masa kehamilan.
- Pengaruh berat badan; risiko akan meningkat jika anda mengalami kelebihan berat badan, hingga penurunan berat badan gratis
Faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko mengidap batu empedu :
- Berusia di atas 40 tahun
- Sedang hamil
- Memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama
- Sering mengonsumsi makanan berlemak atau kolesterol tinggi
- Kekurangan serat dalam pola makan
- Penderita diabetes
- Kelebihan berat badan / obesitas
- Penderita sirosis
- Penderita gangguan pencernaan seperti penyakit crohn dan sindrom iritasi usus
- Orang yang menggunakan ceftriaxone, yaitu antibiotik yang digunakan untuk mengobati pnemonia, meningitis, dan gonore
- Orang yag mengalami penurunan berat badan secara drastis
Sumber : www.Alodokter.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hai...silakan tinggalkan komentar disini :)